Yang sebenarnya kamu inginkan dari game matematika kelas
Game kelas punya tugas lebih berat ketimbang game rumahan. Ia harus menarik tiga puluh anak di tiga puluh level berbeda, jalan di perangkat keras apa pun yang ada di lab, dan memberimu gambaran siapa yang sedang belajar — semua tanpa berubah jadi proyek setup tiga puluh menit. Jadi ceklisnya: jalan di browser (tanpa pemasangan di tiga puluh mesin), menskalakan kesulitan per siswa (jadi tak ada yang bosan atau terkubur), dan melaporkan kemajuan (jadi kamu mengajar, bukan menebak).
Setup yang makan hitungan menit, bukan satu jam persiapan
Impiannya: buka sebuah tautan, siswa mulai bermain, kamu memantau dasbor. Math Max jalan di browser apa pun, jadi Chromebook, tablet, dan desktop lab yang sudah tua semuanya bekerja dengan cara yang sama — tanpa perlu tiket IT. Siswa bisa bermain anonim untuk pemanasan, lalu masuk supaya kemajuannya tersimpan. Begitu mereka di dalam, kamu bebas berkeliling alih-alih membereskan login satu per satu.
Memakainya tanpa kehilangan kendali kelas
Beberapa format yang berhasil: latihan pemanasan lima menit untuk membuka pelajaran, ronde satu lawan satu sebagai hadiah, atau rotasi stasiun di mana game-nya jadi salah satu pos. Pertemukan dua siswa satu lawan satu dan biarkan sedikit persaingan ramah melakukan pemberi semangat yang biasanya harus kamu ciptakan sendiri.
Melacak kemajuan (dan harga yang masuk akal)
Setiap kelas yang dituntaskan siswa dan setiap operasi yang dikuasainya terlacak, jadi kamu bisa melihat siapa yang melesat dan siapa yang butuh bantuan tanpa mengoreksi setumpuk lembar kerja. Harga sekolah dihitung per siswa dan makin murah seiring kamu membesar — mulai $3 per siswa dan meluncur ke arah $1.80 di skala kabupaten, semuanya layani sendiri tanpa panggilan penjualan. Kalau kamu melengkapi satu kelas atau satu sekolah penuh, paket untuk sekolah memang dibuat persis untuk ini.
Latih ini berikutnya
